Kamis, 21 Maret 2013

Opini Tentang Aturan Nomor Polisi Ganjil-Genap di Jakarta


Kemacetan di Ibu Kota memang sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Setiap harinya terjadi kemacetan yang tak terhindarkan di beberapa daerah di Jakarta. Untuk mengatasi kemacetan tersebut, akhirya pemerintah DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan aturan nomor polisi ganjil genap. Pembatasan penggunaan kendaraan sesuai dengan plat nomor berdasarkan digit terakhir genap atau ganjil.
Kebijakan tersebut akan diterapkan pada kawasan tertentu seperti kawasan 3 in 1, Jalan Rasuna Said, seluruh koridor utama di dalam lingkar dalam kota, seluruh koridor BRT dan wilayah yang di lalui jalur Bus TransJakarta. Waktu penerapan aturan nopol ganjil genap akan dilakukan pada hari kerja sejak Senin hingga Jumat dimulai pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB dan tidak berlaku pada hari Sabtu-Minggu dan libur nasional.
Dengan demikian pemerintah DKI Jakarta pun menambah unit kendaraan umum untuk mendukung kebijakan tersebut. Sehingga memudahkan masyarakat yang tidak membawa kendaraan pribadi untuk menggunakan angkutan umum, agar kemacetan di Jakarta berkurang. Jika kebijakan ini terealisasikan dengan baik, maka kemacetan di Jakarta akan menurun 30 hingga 40 persen.
Menurut saya, kebijakan ini dapat terealisasi jika ada kesadaran masyarakat Jakarta untuk mengurangi kemacetan yang terjadi setiap hari. Terlalu banyak masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi sehingga tidak dapat memanfaatkan kendaraan umum yang telah disediakan. Tetapi, banyak masyarakat yang enggan menggunakan kendaraan umum dikarenakan kualitas dan keadaan kendaraan umum itu sendiri, misalnya kendaraan yang sudah tidak layak untuk beroperasi yang masih digunakan. Kebijakan ini pun menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang setuju dengan diberlakukannya kebijakan tersebut dan tidak sedikit pula masyarakat yang tidak setuju, dikarenakan kebijakan tersebut cukup meropotkan masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Harapan masyarakat Jakarta adalah mengurangi kemacetan di Jakarta agar tidak mengganggu aktivitas lainnya, tetapi kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan penanggulangan terhadap masalah tersebut.

Etika Berinternet


Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani Kuno adalah “Ethikos” yang berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standard an penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.
Pada kehidupan manusia sehari-hari juga harus memiliki etika yang baik, seperti dalam berbicara atau berinteraksi dengan sesama dan bertingkahlaku. Etika orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua darinya itu mengartikan bahwa kita menghormati orang yang lebih tua dan tidak melakukan hal negatif.  
Etika tidak hanya dalam berbicara tetapi juga dalam menulis, misalnya ketika kita mengakses internet dan menulis pesan kepada teman pun harus memiliki batasan etika berinternet. Batasan-batasan dalam berinternet, sebagai berikut :
·         Tidak menggunakan huruf Kapital pada penulisan, dikarenakan penggunaan karakter huruf dapat menggambarkan suasana hari si penulis. Penggunaan huruf Kapital mencerminkan bahwa penulis sedang dalam suasana hati yang tidak baik, emosi, marah ataupun berteriak. Tetapi adapula huruf Kapital digunakan untuk menegaskan suatu kata pada sebuah kalimat.
·         Penggunaan tanda kutip (“ “) yang digunakan seperlunya dan tidak berlebihan.
·         Fakta penulisan, informasi-informasi yang dituliskan pada sebuah web atau blog harus akurat dan sesuai dengan kenyataan mengenai informasi tersebut, sehingga apa yang dituliskan berdasarkan kebenaran dan bukan kebohongan belaka.
·         Jujur dalam mencantumkan sumber informasi yang dikutip dalam penulisan, sehingga kita tidak hanya copas (copy-paste) dari sumber tersebut tanpa mencantumkan link (apabila mengutip dari internet) atau nama pengarang (apabila mengutip dari buku). Maka, kita tidak akan disebut plagiat tulisan orang lain.
·         Sopan dalam berkomentar atau mengajukan pertanyaan.
·         Hindari pembicaraan yang tidak sesuai dengan apa yang sedang dibahas.
·         Hindari perdebatan mengenai informasi yang di posting.


Referensi :

LAN VS WLAN


A. LAN (Local Area Network)
LAN adalah sebuah jaringan internal yang memiliki kapasitas atau radius yang kecil dan hanya dapat menjangkau area terbatas. LAN hanya berlaku di area-area tertentu yang menggunakan jaringan tersebut dikarenakan jaringan yang dibuat masih menggunakan sistem sambungan kabel. LAN sering digunakan di dalam sebuah gedung atau kompleks bangunan (seperti rumah, sekolah, pabrik, dan lain-lain) karena LAN dapat menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation untuk saling bertukar informasi.
 

        Gambar ilustrasi LAN (Local Area Network)

Pada sebuah LAN, setiap komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

LAN terdiri dari beberapa komponen, yaitu :
·         Server : merupakan sebuah pusat data sumber daya (resource).
·         Network Software : sebuah LAN dapat difungsikan dengan memasang network software. Tanpa ini, maka LAN belum dapat digunakan.
·         Workstation : perangkat komputer yang dihubungkan ke server agar bisa mengambil resource.
·         Link : tautan antara server dengan workstation yang dihubungkan dengan kabel.
I
Karakteristik yang dimiliki oleh LAN, yaitu :
·         Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit.
·         Mempunyai pesat data yang lebih tinggi.
·         Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi.


B.  WLAN (Wireless Local Area Network)
WLAN (Wireless Local Area Network) adalah jaringan area local nirkabel, yang menghubungkan dua atau lebih komputer tanpa menggunakan kabel. Pada saat ini sudah banyak tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi yang biasa disebut dengan hotspot dikarenakan LAN dari komputer maupun dari peralatan lainnya dapat dikembangkan melalui sinyal radio atau gelombang cahaya. WLAN menggunakan frekuensi radio untuk mengirim dan menerima data tanpa menggunakan kabel untuk saling menghubungkan. Sehingga pengguna memiliki fleksibilitas yang tinggi dan tidak tergantung pada suatu tempat atau lokasi untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (hotspot).
 
       Gambar ilustrasi WLAN (Wireless Local Area Network)

C. Perbedaan LAN dan WLAN
Kelebihan yang dimiliki LAN dan WLAN, yaitu :
Kelebihan Jaringan
LAN
WLAN
1)     Pertukaran file (file sharing)
1)     Mobilitas tinggi
2)    Pemakaian printer yang dapat digunakan oleh semua klien (printer sharing)
2)    Kemudahan dan kecepatan instalasi
3)     File-file data disimpan pada server
3)     Menurunkan biaya kepemilikan
4)    File data yang keluar/masuk dari/ke server dapat dikendalikan
4)    Fleksibel
5)    Proses back up data menjadi cepat dan mudah
5)    scalable
6)    Resiko kehilangan data oleh virus komputer menjadi sangat kecil

7)    Komunikasi antar user dapat dilakukan dengan menggunakan email dan chat



Kelemahan yang dimiliki LAN dan WLAN, yaitu :
Kelemahan Jaringan
LAN
WLAN
1)     Instrumentasi tidak sederhana
1)     Delay yang besar
2)    Ada kemungkinan password dapat ditembus
2)    Biaya peralatan mahal
3)     Perlu pengendali pemakaian software
3)     Adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul, dan banyak sumber interferensi
4)    Software harus dirancang untuk multi user
4)    Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spectrum
5)    Semua layer model OSI harus dilaksanakan (protokol/aturan yang digunakan)
5)    Keamanan/kerahasiaan data kurang terjamin


D.  Opini
Menurut saya setelah memahami materi mengenai LAN dan WLAN sesuai dengan penjelasan diatas, saya akan lebih memilih menggunakan WLAN, dikarenakan jaringan tersebut dapat memudahkan pengguna untuk mengakses jaringan internet tanpa menggunakan kabel. Jaringan tersebut dapat diakses dimana saja selama tempat tersebut menggunakan jaringan Wi-fi. Jika menggunakan LAN, pengguna tidak dapat berpindah-pindah tempat karena komputer yang digunakan harus terhubung dengan kabel jaringan, sehingga dapat sedikit menyulitkan pengguna.
Seperti yang sudah dijelaskan pada materi diatas, peralatan yang digunakan untuk menggunakan jaringan WLAN terbilang cukup mahal dan mengharuskan pengguna untuk membayar tagihan internet per bulan.

Referensi :

;;

By :
Free Blog Templates