Selasa, 04 Oktober 2011

Ciri-ciri unsur dan teori organisasi

Organisasi (Yunani: ργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

A.Ciri-ciri Organisasi

Ø Adanya komponen ( atasan dan bawahan)

Ø Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)

Ø Adanya tujuan

Ø Adanya sasaran

Ø Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati

Ø Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

Ø Organisasi bertambah besar

Ø Pengolahan data semakin cepat

Ø Penggunaan staf lebih intensif

Ø Kecendrungan spesialisasi

Ø Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi

Ø Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

B. Unsur-unsur Organisasi

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipas

1) Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.

2) Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.

3) Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

C. Teori Organisasi

1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)

Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.

a. Teori Birokrasi

Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

b. Teori Administrasi

Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.
Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :

Ø Pembagian kerja (division of work)

Ø Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)

Ø Disiplin (discipline)

Ø Kesatuan perintah (unity of command)

Ø Kesatuan pengarahan (unity of direction)

Ø Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi

Ø Balas jasa (remuneration of personnel)

Ø Sentralisasi (centralization)

Ø Rantai scalar (scalar chain)

Ø Aturan (oreder)

Ø Keadilan (equity)

Ø Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)

Ø Inisiatif (initiative)

Ø Semangat korps (spirit de corps)

c. Manajemen Ilmiah

Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.

2. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)

Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

3. Teori Organisasi Modern

Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

References :

· http://hmti.wordpress.com/2008/02/22/definisi-dan-pengertian-organisasi/

· http://www.anneahira.com/teori-organisasi.htm

· http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi

· http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1931283-ciri-ciri-organisasi/#ixzz1ZoKgYVrK

· http://azenismail.wordpress.com/2010/11/15/bab-3-ciri-ciri-unsur-dan-teori-organisasi/

0 Comments:

Post a Comment